Liputan Cherry

Liputancherry.blogspot.com Merupakan sebuah tempat dimana berisi berbagai artikel di belahan dunia yang diminati berbagai masyarakat

Monday, December 21, 2020

Menyambut Tradisi China " Perayaan Makan Onde-Onde "

 Menyambut Tradisi China " Perayaan Makan Onde-Onde "




LiputanCherry - Tiap bulan Desember pada dekat bertepatan pada 21 ataupun 22, warga Tionghoa secara tradisi memperingati hari festival Dongzhi (冬至) / Tang- cheh (冬節) / Tōji (冬至) / Dongji (동지) / Đông Chí yang berarti Masa Dingin Yang Ekstrem. Serta pada perayaan tersebut mereka memakan santapan yang di warga generasi etnis Tionghoa di Indonesia kerap diucap dengan Onde ataupun Ronde. Suatu tipe santapan yang dibuat dari tepung ketan dibangun bundar besar ataupun kecil yang disajikan di dalam kuah yang dibuat dari air serta gula. Santapan Onde atau Ronde ataupun Ciak Ie tersebut di negara asalnya, Cina, bernama Tāngyuán ( Kue Bola Ketan ) ataupun Yuanxiao ataupun Tangtuan.

Kenapa Onde berupa bundar ?




Secara tradisi dari sejarah nenek moyang, perayaan Dongzhi ataupun Tang- cheh ialah suatu perayaan buat berkumpul bersama keluarga di masa dingin di Cina. Kembali berkumpulnya semua anggota keluarga dari seluruh penjuru dunia ataupun reuni dengan makan onde bersama dengan memakai mangkuk di meja bulat jadi tradisi perayaan tersebut. Reuni serta kebersamaan inilah yang disimbolkan oleh wujud bundar( terlihat bulat dikala dilihat dari jauh) dari santapan Tangyuan atau

Onde atau Ronde ataupun Ciak Ie. Asal kata dari nama santapan Onde ataupun Ronde di Indonesia juga berasal dari kata“ Ronde” dalam bahasa Belanda yang berarti bundar, cocok dengan wujud dari santapan tersebut.


Kebersamaan serta jalinan antar anggota keluarga tidak cuma disimbolkan dengan wujud bundar dari Onde, namun pula dari sifatnya yang lengketnya sebab dibuat dari tepung ketan. Diharapkan para anggota keluarga mempunyai jalinan yang erat ataupun lengket satu sama dengan lain. Serta disajikannya Onde dalam kuah air gula membagikan simbol ikatan erat keluarga yang manis.

Arti lain dari bulatnya Onde pula bisa ditelusuri dari ajaran filsafat kuno Cina menimpa Yin serta Yang, hitam serta cerah. Sehabis perayaan Dongzhi yang jatuh pada masa dingin dikala lebih banyak hitam dari pada cerah serta tenaga negatif lebih banyak, hingga masa hendak berubah jadi masa semi dikala cerah lebih mendominasi serta tenaga positif lebih banyak. Filsafat ini disimbolkan oleh salah satu foto pada Hexagram ( Ba Gua / Pa Kwa / Pa Kua) dalam kitab I Ching yang diucap fù (復) yang berarti“ Kembali”. Perihal ini cocok dengan wujud bundar yang dikala menelusurinya secara lurus dari satu titik hingga hendak kembali lagi ketitik semula.



Legenda

Bagi salah satu legenda, di Cina pada masa Dinasti Han, hidup seseorang wanita pelayan bernama Yuanxiao di Istana raja. Dia mempunyai kemampuan memasak bola- bola ketan ( Tangyuan ), serta cuma masakan inilah yang ialah masakan terbaik yang bisa dia masak. Sebab peraturan istana yang ketat, dia tidak dapat keluar istana buat kembali menemui kedua orang tuanya. Sebab dia sangat merindukan kedua orang tuanya, dia menangis sejauh waktu, siang serta malam, apalagi dia berupaya buat melaksanakan bunuh diri sebab kerinduannya itu.

Cerita kehidupan Yuanxiao yang malang tersebut terdengar oleh seseorang menteri kaisar yang menemuinya serta berjanji buat menolongnya keluar istana. Menteri tersebut memberi tahu kejadian ini kepada si kaisar. Tetapi, peraturan istana merupakan peraturan yang tidak dapat dilanggar oleh siapapun kecuali dia mempunyai jasa besar yang pantas menerima hadiah dari si kaisar. Si menteri juga mencari metode supaya bisa menghasilkan Yuanxiao dari istana.




Dikala itu dekat sebulan menjelang tahun baru penanggalan Tionghoa ( Imlek ). Serta tiap bulan awal bertepatan pada 15 penanggalan Imlek ( Cap Go Meh ), suatu festival besar dirayakan buat berterima kasih kepada Kaisar Langit dengan membagikan persembahan santapan. Suatu gagasan tebersit dalam kepala si menteri. Dia menganjurkan kepada si kaisar supaya memerintahkan Yuanxiao buat membuat bola- bola ketan ( Tangyuan ) yang lezat sebanyak bisa jadi buat disajikan bagaikan persembahan kepada langit serta dimakan oleh golongan istana dalam festival tersebut bagaikan ketentuan supaya dia dapat keluar dari istana. Si kaisar juga menyetujuinya.

Setelah itu si menteri menemui serta memberitahu Yuanxiao menimpa tugas yang diberikan oleh kaisar. Dengan bahagia hati Yuanxiao menerima tugas tersebut serta mengawali pekerjaannya. Siang serta malam, seseorang diri dia memulung adonan tepung ketan jadi Onde ataupun Tangyuan, satu per satu.

Datang pada waktunya menjelang festival bertepatan pada 15, Yuanxiao juga kesimpulannya menuntaskan tugasnya membuat Tangyuan sebanyak bisa jadi. Serta datang saatnya buat dipersembahkan kepada kaisar serta di altar persembahyangan. Kaisar mencicipi Onde ataupun Tangyuan yang terbuat oleh Yuanxiao, serta dia merasa bahagia serta puas hendak masakan tersebut.

Dikira berjasa sebab menunaikan tugas dari kaisar dengan baik, Yuanxiao kesimpulannya memperoleh izin buat keluar istana buat menemui kedua orang tuanya. Serta semenjak dikala itu kaisar berikan nama masakan dari tepung ketan ( Onde / Tangyuan ) tersebut dengan nama Yuanxiao serta festival bertepatan pada 15 bulan awal Imlek ( Cap Go Meh ) diucap pula dengan Festival Yuanxiao.


Sejarah

Tidak dikenal secara tentu dini dari timbulnya santapan Onde / Tangyuan. Bagi catatan sejarah, Tangyuan telah jadi santapan ringan yang terkenal di Cina semenjak Dinasti Sung. Nama Tangyuan juga mempunyai nama- nama lain. Pada masa Yongle dari Dinasti Ming, nama formal dari santapan ini merupakan Yuanxiao ( berasal dari Festival Yuanxiao ), yang digunakan di Cina utara. Nama ini secara harfiah berarti“ malam awal”, ialah malam bulan purnama awal sehabis Tahun Baru Imlek yang senantiasa jatuh pada bulan baru.

Tetapi di Cina selatan santapan ini diucap dengan mana tangyuan ataupun tangtuan. Bagi legenda, pada masa pemerintahan Yuan Shikai pada tahun 1912- 1916, Yuan Shikai tidak menggemari nama yuanxiao (元宵) sebab terdengar identik dengan“ melenyapkan Yuan” (袁消), oleh karenanya dia membagikan perintah buat mengganti namanya jadi Tangyuan. Nama baru ini jika di sebut oleh masyarakat sekitar“ bola bulat dalam sup”. Tangtuan sama berarti“ kue bola dalam sup”. Dalam 2 dialek Tionghoa utama di perdalaman Cina selatan, ialah Hakka serta Kanton,“ Tangyuan” diucapkan semacam tong rhen ( Hakka ) serta tong jyun ( Kanton ). Sebutan“ tangtuan” ( Hakka: tong ton, Kanton: tong tyun ) sendiri bukanlah universal digunakan dalam dialek ini sebagaimana Tangyuan.

Dari penjabaran di atas bisa kita amati terdapatnya Tradisi Makan Onde Untuk Masyarakat Tionghoa yang dicoba oleh etnis Tionghoa. Jalinan kekeluargaan yang erat serta baik ialah arti yang bisa diambil dari perayaan Dongzhi.

Jangan Lupa Kunjungi Juga Youtube Channel Kita Ya ..



Tolong disubscribe dan dilike ya .. Thank You ...

No comments:

Post a Comment